IHT Penyusunan Dokumen Kurikulum SMAN 1 Karanganom Th.2021/ 2022

Senin, 12 Maret 2021, SMAN 1 Karanganom mengadakan kegiatan In House Training (IHT) penyusunan dokumen kurikulum. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 12 Maret sampai 14 Maret 2021. IHT penyusunan dokumen kurikulum diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SMAN 1 Karanganom. Acara ini dipandu oleh Bapak Nugroho Tri Winarso, S.Pd selaku wakil kepala sekolah urusan kurikulum dan Pengawas dari Cabdin V, Bapak Maryanto, M.Pd.

Kegiatan IHT dimulai pukul 07.30 WIB. Diawalai dengan sambutan sekaligus pengarahan dari bapak Drs. Suwardi, M.Pd selaku kepala SMAN 1 Karanganom, kemudian dilanjutkan dilanjutkan dengan penyampaian agenda kegiatan. Memasuki inti kegiatan, seluruh peserta IHT menyimak materi yang disampaikan yaitu mengenai dokumen kurikulum. Materi pertama yang disampaikan adalah mengenai sosialisasi visi misi dan tujuan SMAN 1 Karanganom. Sosialiasi visi, misi dan tujuan SMAN 1 Karangnom dilakukan karena terdapat perubahan dan penyempurnaan untuk visi, misi dan tujuan SMAN 1 Karanganom di tahun 2021. Semua peserta IHT ikut mengkritisi dan memberikan saran untuk tercapainya visi, misi, dan tujuan SMAN 1 Karanganom yang lebih baik.

Materi kedua disampaikan oleh bapak Maryanto, M.Pd selaku pengawas sekolah dari cabdin V. Dalam paparannya, salah satu yang narasumber sampaikan adalah mengenai perencanaan penyusunan silabus dan RPP. Setiap guru mata pelajaran di satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP sesuai mata pelajaran yang diampunya. Dalam menyusun RPP yang benar, dapat mempelajari hakikat, prinsip dan langkah-langkah penyusunan RPP. Disampaikan juga dalam penyusunan Silabus dan RPP perlu mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di dalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama “NKRI GO”, yaitu: Nasionalisme, Kemandirian, Religius, Integritas dan Gotong Royong. Selain PPK pada pembelajaran perlu juga diintegrasikan literasi keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative), HOTS (Higher Order Thinking Skill), dan literasi. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).

Oleh karena itu, di dalam IHT ini diharapkan guru mampu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat empat hal tersebut (PPK, Literasi, 4C, dan HOTS). Sehingga pembelajaran  tidak lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang teacher center, melainkan pembelajaran yang student center dan active learning

Leave a Reply

Your email address will not be published.