smansakar web

 

 

 

Lomba Peringatan Bulan Bahasa

  Panitia Peringatan Perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Karanganom Klaten akan menyelenggarakan kegiatan lomba-lomba...

Pembangunan Masjid Baiturrohman

Pembangunan Masjid Baiturrohman

DONASI BISA DI SALURKAN KE : BANK BRI UNIT KARANGANOM NO REK : 6738-01-008088-53-6 Atas Nama : Drs.Supriyanto,M.M    

Hasil Seleksi SNMPTN SMA Negeri 1 Karanganom

Hasil Seleksi SNMPTN SMA Negeri 1 Karanganom

Selasa, 28 Mei 2013-Karanganom- SMA Negri 1 Karanganom mengucapkan selamat kepada siswa siswi yang telah dinyatakan lulus SNMPTN 2013. daftar...

Perbanyak Latihan untuk UN dengan Soal

Perbanyak Latihan untuk UN dengan Soal "Online"

JAKARTA, KOMPAS.com — Ujian Nasional (UN) 2013 akan segera digelar pada April untuk jenjang pendidikan menengah dan pada bulan Mei untuk jenjang...

Jadwal UN 2013

Jadwal UN 2013

Dengan dirilisnya Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional (POS UN) tahun ajaran 2012/2013, maka Jadwal Pelaksanaan UN 2013 telah bisa...

  • Lomba Peringatan Bulan Bahasa

    Saturday, 20 June 2015 02:34
  • Pembangunan Masjid Baiturrohman

    Pembangunan Masjid Baiturrohman

    Monday, 23 June 2014 01:43
  • Hasil Seleksi SNMPTN SMA Negeri 1 Karanganom

    Hasil Seleksi SNMPTN SMA Negeri 1 Karanganom

    Tuesday, 28 May 2013 02:18
  • Perbanyak Latihan untuk UN dengan Soal

    Perbanyak Latihan untuk UN dengan Soal "Online"

    Saturday, 30 March 2013 00:57
  • Jadwal UN 2013

    Jadwal UN 2013

    Wednesday, 20 February 2013 01:23
You are here: Home Berita Baru Lomba Peringatan Bulan Bahasa

welcome smansakar

Lomba Peringatan Bulan Bahasa

 

Panitia Peringatan Perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Karanganom Klaten akan menyelenggarakan kegiatan lomba-lomba ketrampilan berbahasa dengan tema “ Bahasa Indonesia Sebagai Alat Pemersatu Bangsa” yang akan dilaksanakan pada

 

Hari, tanggal                           : Sabtu, 28 Oktober 2017

Waktu                                     : Pukul  08.00 WIB - selesai

Tempat                                    : SMA Negeri 1 Karanganom gedung barat

Agenda                                   : Perlombaan ketrampilan berbahasa tingkat SMP/SLTP/sederajat

 

Maka kami Panitia Perayaan Bulan Bahasa dan Sastra SMA Negeri 1 Karanganom mengharap kesediaan Bapak/Ibu Kepala untuk mendelegasikan siswa-siswinya untuk mengikuti perlombaan dalam acara tersebut. Adapun kategori dan informasi mengenai perlombaan terlampir.

Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.

 

KETENTUAN PENDAFTARAN

 

 

  1. Waktu pendaftaran adalah tanggal  23 s.d. 27 Oktober 2017
  2. Regristrtasi pendaftaran dan teknik montase dengan cara menyerahkan form pemdaftaran pada tanggal , Jumat27 Oktober 2017. Pukul 09.00  - 10.00  WIB.
  3. Tempat di gedung barat SMA N 1 Karanganom.
  4. Pendaftaran bisa melalui SMS/WA dengan format Nama siswa_ Asal sekolah_Macam lomba yang diikuti kirim ke: Bp. Agus Purwanto (085 642 064 444), Bp. Nugroho Tri Winarso (081 392 764 528).
  5. Satu siswa hanya boleh mengikuti satu jenis lomba.
  6. Pendaftaran tidak dipungut beaya.
  7. Pemenang lomba mendapat piagam dan uang pembinaan


KATEGORI LOMBA

1.      Bahasa Indonesia

A.    Lomba Berpidato

Tema : Peran Pemuda Indonesia dalam Menjaga Kebhinekaan.

 

B.     Lomba Bercerita

Cerita-cerita rakyat Nusantara :

1.      Nyi Roro Jonggrang (Prambanan)

2.      Pangeran Amat Mude (Aceh)

3.      Panji Semirang (Jawa Timur)

4.      Dewi Songgolangit (Kediri)

 

C.     Lomba Puisi

Diponegoro   ( Puisi Wajib)

Karya: Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini…
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api..

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali….
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa 
mati

MAJU…

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu….

Sekali berarti
Sudah itu mati….

MAJU…

Bagimu Negeri
Menyediakan api….

Punah di atas menghamba…
Binasa di atas ditindas…
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai…
Jika hidup harus merasai…

Maju…
Serbu…
Serang…
Terjang…

 

Puisi-puisi pilihan :

1.      Sebuah Jaket Berlumur darah

            Karya: Taufik Ismail

            Sebuah jaket berlumur darah
            Kami semua telah menatapmu
            Telah pergi duka yang agung
            Dalam kepedihan bertahun-tahun.
            Sebuah sungai membatasi kita
            Di bawah terik matahari Jakarta
            Antara kebebasan dan penindasan
            Berlapis senjata dan sangkur baja
            Akan mundurkah kita sekarang
            Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
            Berikara setia kepada tirani
            Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?.

            Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
            Kami semua telah menatapmu
            Dan di atas bangunan-bangunan
            Menunduk bendera setengah tiang.

            Pesan itu telah sampai kemana-mana
            Melalui kendaraan yang melintas
            Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
            Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
            Prosesi jenazah ke pemakaman
            Mereka berkata
            Semuanya berkata
            Lanjutkan Perjuangan.


2.      Gugur

          Karya: W.S. Rendra

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Tiada kuasa lagi menegak
Telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
Ke dada musuh yang merebut kotanya

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Ia sudah tua
luka-luka di badannya

Bagai harimau tua
susah payah maut menjeratnya
Matanya bagai saga
menatap musuh pergi dari kotanya

Sesudah pertempuran yang gemilang itu
lima pemuda mengangkatnya
di antaranya anaknya
Ia menolak
dan tetap merangkak
menuju kota kesayangannya

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Belumlagi selusin tindak
mautpun menghadangnya.
Ketika anaknya memegang tangannya
ia berkata :
” Yang berasal dari tanah
kembali rebah pada tanah.
Dan aku pun berasal dari tanah
tanah Ambarawa yang kucinta
Kita bukanlah anak jadah
Kerna kita punya bumi kecintaan.
Bumi yang menyusui kita
dengan mata airnya.
Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.
Bumi kita adalah kehormatan.
Bumi kita adalah juwa dari jiwa.
Ia adalah bumi nenek moyang.
Ia adalah bumi waris yang sekarang.
Ia adalah bumi waris yang akan datang.”
Hari pun berangkat malam
Bumi berpeluh dan terbakar
Kerna api menyala di kota Ambarawa

Orang tua itu kembali berkata :
“Lihatlah, hari telah fajar !
Wahai bumi yang indah,
kita akan berpelukan buat selama-lamanya !
Nanti sekali waktu
seorang cucuku
akan menacapkan bajak
di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih
dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun berkata :
-Alangkah gemburnya tanah di sini!”

Hari pun lengkap malam
ketika menutup matanya.

 

3.      DENGAN PUISI AKU
karya: Taufiq Ismail

Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbaur cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Napas jaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya

4.      PAHLAWAN TAK DIKENAL

Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Sepuluh tahun jang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sajang
Sebuah lubang peluru bundar didadanja
Senjum bekunja mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannja memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sajang

Wadjah sunji setengah tengadah
Menangkap sepi padang sendja
Dunia tambah beku ditengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hudjanpun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnja
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi jang nampak, wadjah-wadjahnja sendiri jang tak dikenalnja

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sajang
Sebuah peluru bundar didadanja
Senjum bekunja mau berkata: aku sangat muda
1953.


2.      Bahasa Inggris

A.    Story  telling

                 MATERIALS TO CHOOSE :

a.       The legend of Prambanan Temple

b.      The story of Sangkuriang

c.       The story of Malin Kundang

d.      The story of Calon Arang

 

B.     Poetry reading

(PUISI WAJIB)

Live and Let Live

by Damian Murphy

 

Are not all of us human?

Do not each one of us bleed?

Despite race or religion,

Gender, colour or creed.

Does ones nationality,

Sexual orientation,

Or ones disability

Make them less of a person?

 

Are not all of us children,

Some ones daughter or son?

Does not each one of us mean

So very much to someone?

We  are all so different

So unique and wonderful

Who have from the first moment

Lived our lives to the full.

 

Can one life be more precious?

Mean less than any other?

What gives any one of us

The right to kill another?

No, nothing can justify

Killing of our fellow man

No matter how hard we try

Not one of us really can

 

For life is a gift given

Not by either you or I

It is not our decision

Who should live and who should die.

Who are we to pass judgement

On how other people live?

We must be more tolerant,

Must learn to live and let live

 

(PUISI PILIHAN)

1.      The Light Leave Life

(By Rubin Biswas)

 

Flower open to celebrate spring glory

Bring  joy of fragrance to all

Dancing in the moon

Starryfaced friends awake

Twinkling on a lake mountains in the sky

See the stars

See the sky of sun and moon

Their light leave life all day all night long

Butterfly whisper I love you flower

Touching my petal

Sweetfragrance welcomes

Tingling tingling pearly shower

Soft to touch beauty of flower

Oh loving nature

Love is you

Life is you

Crimson joy is you

Every creation is the color of you

Their light leave life all day all night long

Nature art music and poetry

My face as I sky

Is the beautiful sunrise

 

2.      My Mummy Heart

I had a heart I thought was fill of love

And then I meet you

And it grew

 

I had a head that I didn’t know was empty

Until I felt yours in mine

Such a precious time

 

I didn’t know how fierce I could be

Until it came to protecting you

My courage grew

 

I thought I had seen everything the world has to offer

Until I looked at it with you

I saw life anew

 

I had a heart I thought was full of love

Until I meet you

And my mummy heart grew

 

 

3.      Twas the Night Before Giftmas

Twas the night before giftmas, when all the shops closed

Fairylights twinkled as the Christmas moon rose

The curtains ajar. Let in slivers of light

Illuminating stockings hung that Yule eve night

 

The children were quiet, there wasn’t a peep

Boys and girls everywhere attempted to sleep

Knowing that while in the land of their dreams

They’d wake to see old Father Christmas had been

 

The night it was crisp, the sky full of stars

Jack frost had glittered all rooftops and cars

Not a soul stirred as the moon shone on high

Then quite without warning, bright sparks lit the sky

 

Jingle bells tinkled around reindeers necks

I got out of bed and reached for my specs

I silently screamed because I stubbed my toe

But then I saw chap in the garden below

 

With sturdy black boots, he was dressed all in red

A boole hat boobled on top of his head

Stopped at each house and climbed down from his sleight

Leaving magic behind him, then up up away

 

He was quickly as a flash, dashing in dashing out

Leaving the world irrefutable doubt

That there was a soul who found all their joy

In leaving surprises for good girls and boys

 

I must have disturbed him. He looked right my way

But before I could speak, he did quietly say

“You haven’t seen me, I haven’t seen you

Now, how would you fancy a present or two?”

 

I grinned at him shyly, and he grinned right back

Before whipping a dazzling gift from his sack

“it is just what you wanted. You’ll love it, you’ll see.

For now I’ll just pop it right under this tree”

 

Then he filled up the stockings, ate his mince pie

Took carrots for Rudolph and said “Gotta fly

I’ve got spaces to fill and places to be;

There’s millions of children still waiting for me

 

He spurred on the reindeer. He winked and he waved

“Remember I’m checking to see who’s behaved”

“I believe in you santa!”and he swooped out of view

“The feeling is mutual. Merry Christmas to you”

 

 

4.      Fire and Ice

 

Some say the world will end in fire,

Some say in ice.

From what I’ve tasted of desire

I hold with those who favor fire.

But if it had to perish twice,

I think I know enough of hate

To say that for destruction ice

Is also great

And would suffice.

5.      We Belong to Earth!

           (by Niti Joshi)

 

If they ask, which country you belong to?

Say, I belong to Earth!

If they ask, what’s your nationality?

Say, I am an Earthman!

If they ask, what race you belong to?

Say, Earthly!

If they ask, what’s your religion?

Say, Love!

If they ask, what do you want?

Say, Peace!

 

6.      Perspective View

by Dark Jewel

 

Perspective.

Defined by the way you look at things.

 

What your views are,

Are very different,

Or similar to mine.

 

Perceive well.

For your opinions are acknowledged freely.

But that does not mean,

That WE agree.

 

What we see,

What we experience.

Is quite different from your nationality.

 

We do not fear this world,

Just fear what lies ahead for all.


C.     Ingglish speech

          THEME : “The Role of Indonesian Language as a Means of Nation Unity”


3.      Bahasa Jawa

A.    Dongeng

Dongeng Nusantara :

1.      Nyi Roro Jonggrang (Prambanan)

2.      Pangeran Amat Mude (Aceh)

3.      Panji Semirang (Jawa Timur)

4.      Dewi Songgolangit (Kediri)


B.     Geguritan


 Geguritan Wajib

 MARANG PARA MUDHA

 Sedulur,

sliramu tan beda Arjuna kang manjing wana

sanajan dudu Krendhawahana

sanajan tan ingadhang raseksa

sanajan ora nganggo bandayuda

 

Lan sliramu beda karo Arjuna, sedulur

sebab tan nganthi punakawan catur

sanajan ngindhit jemparing, nyangking gandewa

sanajan nggembol krenteg sedyatama

 

Lemah kang kok idak-idak iki ingaran kutha

awan bengi padhang mawa cahya

nanging abang kebak angkara

uga kuning dening nistha

Kutha iku alas gawat kaliwat

papane denawa kang sugih akal culika

 

Sliramu satriya tan beda Arjuna, sedulur

Aja bandha nekad, waton ngawur

Yen mung ijen tanpa rowang bakal ajur

Kanthinen Semarmu, Garengmu, Petrukmu, Bagongmu

Tulus lan jujur, iku gandewamu

Buntasing kawruh, iku Pasopatimu

 

Kaanggit dening: Sugito H. S

(2008)


C.     Sesorah

 Tema: Kridha kawula mudha tumraping NKRI