smansakar web

 

 

 

Kegiatan Awal Tahun Pelajaran 2019/2020

Kegiatan Awal Tahun Pelajaran 2019/2020

Kabar seputar kegiatan awal tahun pelajaran 2019/2020 di SMA Negeri 1 Karanganom: 1. MPLS 2. Sosialisasi Program / Kegiatan Sekolah kepada Orang...

Ganeshakar Futsal Competition

Ganeshakar Futsal Competition

  OSIS SMA N 1 KARANGANOM PROUDLY PRESENT Ganeshakar Futsal Competition Halo Teman-teman! Ini dia yang dinanti! pendaftaran untuk GFC 5 sudah...

Honda DBL 2018

Honda DBL 2018

  SMA Negeri 1 Karanganom mengikuti kompetisi DBL di Sritek Arena  

HUT Smansakar Ke 54

HUT Smansakar Ke 54

Malam Tirakatan SMA Negeri 1 Karanganom Selasa, 31 Juli 2018   Untuk memperingati Hari Ulang Tahun SMA Negeri 1 Karanganom yang ke 54, Sekolah...

  • Kegiatan Awal Tahun Pelajaran 2019/2020

    Kegiatan Awal Tahun Pelajaran 2019/2020

    Wednesday, 17 July 2019 01:13
  • Taekwondo SMANSAKAR Juara Diberbagai Ajang

    Taekwondo SMANSAKAR Juara Diberbagai Ajang

    Thursday, 18 April 2019 06:53
  • Ganeshakar Futsal Competition

    Ganeshakar Futsal Competition

    Monday, 04 February 2019 07:31
  • Honda DBL 2018

    Honda DBL 2018

    Wednesday, 15 August 2018 00:46
  • HUT Smansakar Ke 54

    HUT Smansakar Ke 54

    Wednesday, 08 August 2018 07:01
You are here: Home kisah hikmah Kehilangan Kesempatan Menjadi Pejabat

welcome smansakar

Kehilangan Kesempatan Menjadi Pejabat

Pada masa Qianlong, di kota Nanchang ada seorang pria marga Lim ayahnya adalah seorang pejabat di pemerintah, pada suatu ketika ayahnya dipindah tugaskan ke ibu kota, dia mengikuti ayahnya pindah ke ibu kota.

Pada suatu hari ketika dia melewati sebuah jalan di dekat sebuah kuil, dia melihat ada seorang pemuda penjual lukisan yang sedang menghitung uang dagangannya, kebetulan sebuah koin terjatuh dan tergulir ke tengah jalan, pria marga Lim ini secara diam-diam memijak koin yang bergulir kearahnya, ketika pemuda penjual lukisan mencari uang koinnya yang tergulir tidak dapat menemukannya akhirnya pemuda tersebut membalikkan badan dan berjalan pergi, pria marga Lim ini melihat kepergian pemuda tersebut lalu membungkukkan badannya mengambil uang koin tersebut menyimpan ke dalam kantong bajunya.

Kejadian tersebut dilihat oleh seorang kakek yang kebetulan duduk di dalam kuil, setelah melihat kejadian tersebut, kakek tersebut berjalan ke arah pemuda marga Lim dan bertanya kepadanya nama serta tempat tinggalnya, lalu berlalu dari tempat tersebut.

Setelah beberapa bulan kemudian pria marga Lim ini mengikuti ujian seleksi menjadi pejabat di pemerintahan, akhirnya dia lulus ujian dan ditugaskan menjadi seorang pembantu penjabat di kota Jiangsu. Setelah mempersiapkan segalanya dia berangkat ke Jiangsu untuk melapor kepada atasannya, tetapi setelah sampai di Jiangsu, setelah puluhan kali datang ke kantor atasannya, tidak dapat menjumpai atasannya.

Beberapa hari kemudian, atasannya dengan perantara pengawalnya menyampaikan pesan kepada pria marga Lim ini untuk tidak usah melapor kepadanya lagi, karena namanya telah dihapus menjadi pejabat.  Dia sangat terkejut bertanya kepada pengawal yang menyampaikan pesan tersebut apa alasan namanya dihapus?  Pengawal tersebut menjawab “tamak”.

Pria marga Lim ini berpikir, saya belum menjadi pejabat mana mungkin tamak? Pasti ada salah paham. Dia bersikeras akan bertemu dengan atasannya meminta penjelasan.

Akhirnya atasannya bersedia menemuinya dan berkata kepadanya, “Apakah engkau masih ingat suatu hari ketika engkau melewati sebuah jalan dekat sebuah kuil? Apa yang Anda lakukan terhadap pemuda penjual lukisan? Ketika itu engkau hanya seorang pelajar, tetapi engkau demikian tamak terhadap uang; jika sekarang saya membiarkan engkau menjadi pejabat, engkau pasti akan menjadi seorang koruptor yang bakal akan membuat rakyat sengsara.  Maka saya memutuskan sebelum engkau menjadi pejabat mencopot jabatanmu!

Pria marga Lim ini segera sadar, kakek di dalam kuil yang menanyakan namanya adalah atasannya sekarang, dia merasa sangat malu, gara-gara uang satu koin dia menjadi kehilangan kesempatan menjadi pejabat. (Erabaru/hui)

 

cerita hikmah

Batu Kecil…

Batu Kecil…
Batu Kecil

Seorang pekerja pada proyek bangunan mem…

Read More...

Desa Tanpa Suara…

Desa Tanpa Suara…
Desa Tanpa Suara

Ketika kita mendengar perkataan desa tan…

Read More...

Elang dan Kalkun…

Elang dan Kalkun…
Elang dan Kalkun

Konon di satu saat yang telah lama berla…

Read More...

Kehilangan Kesempatan Menjadi Pejabat…

Kehilangan Kesempatan Menjadi Pejabat…
Kehilangan Kesempatan Menjadi Pejabat

Pada masa Qianlong, di kota Nanchang ada…

Read More...